Muwatta Malik

Book 29, Hadith 17

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ إِذَا آلَى الرَّجُلُ مِنِ امْرَأَتِهِ لَمْ يَقَعْ عَلَيْهِ طَلاَقٌ وَإِنْ مَضَتِ الأَرْبَعَةُ الأَشْهُرِ حَتَّى يُوقَفَ فَإِمَّا أَنْ يُطَلِّقَ وَإِمَّا أَنْ يَفِيءَ ‏.‏ قَالَ مَالِكٌ وَذَلِكَ الأَمْرُ عِنْدَنَا ‏.‏
Terjemahan

Ali ibn Abi Thalib biasa berkata: “Apabila seorang suami melakukan ila (sumpah untuk menjauhi) istrinya, tidak jatuh talak atasnya, meskipun empat bulan telah berlalu, hingga ia diminta untuk menentukan sikap; maka ia harus memilih, adakalanya ia menjatuhkan talak atau ia kembali (kepada istrinya).”

Malik berkata: “Dan itulah ketentuan yang berlaku di sisi kami.”