Muwatta Malik

Book 29, Hadith 94

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، مِثْلَ ذَلِكَ ‏.‏ قَالَ مَالِكٌ فِي الْعَبْدِ يُطَلِّقُ الأَمَةَ طَلاَقًا لَمْ يَبُتَّهَا فِيهِ لَهُ عَلَيْهَا فِيهِ الرَّجْعَةُ ثُمَّ يَمُوتُ وَهِيَ فِي عِدَّتِهَا مِنْ طَلاَقِهِ إِنَّهَا تَعْتَدُّ عِدَّةَ الأَمَةِ الْمُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا شَهْرَيْنِ وَخَمْسَ لَيَالٍ وَإِنَّهَا إِنْ عَتَقَتْ وَلَهُ عَلَيْهَا رَجْعَةٌ ثُمَّ لَمْ تَخْتَرْ فِرَاقَهُ بَعْدَ الْعِتْقِ حَتَّى يَمُوتَ وَهِيَ فِي عِدَّتِهَا مِنْ طَلاَقِهِ اعْتَدَّتْ عِدَّةَ الْحُرَّةِ الْمُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا وَذَلِكَ أَنَّهَا إِنَّمَا وَقَعَتْ عَلَيْهَا عِدَّةُ الْوَفَاةِ بَعْدَ مَا عَتَقَتْ فَعِدَّتُهَا عِدَّةُ الْحُرَّةِ ‏.‏ قَالَ مَالِكٌ وَهَذَا الأَمْرُ عِنْدَنَا ‏.‏
Terjemahan

Malik berkata: Tentang seorang hamba laki-laki yang menceraikan seorang hamba perempuan dengan talak yang belum ia jadikan talak bain: ia berhak merujuknya kembali dalam talak itu. Kemudian jika ia meninggal sedangkan perempuan itu sedang menjalani idah dari talaknya, maka ia menjalani idah seorang hamba perempuan yang ditinggal mati suaminya: dua bulan dan lima malam. Dan jika ia dimerdekakan sedangkan laki-laki itu masih berhak merujuknya kembali, lalu ia tidak memilih berpisah darinya setelah kemerdekaan itu hingga laki-laki itu meninggal sedangkan perempuan itu sedang menjalani idah dari talaknya, maka ia menjalani idah perempuan merdeka yang ditinggal mati suaminya: empat bulan dan sepuluh hari. Yang demikian itu karena idah kematian baru berlaku atasnya setelah ia dimerdekakan, maka idahnya adalah idah perempuan merdeka.

Malik berkata: “Dan inilah perkara yang berlaku di kalangan kami.”