Muwatta Malik

Book 3, Hadith 60

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، أَنَّهُ سَأَلَ ابْنَ شِهَابٍ وَنَافِعًا مَوْلَى ابْنِ عُمَرَ عَنْ رَجُلٍ، دَخَلَ مَعَ الإِمَامِ فِي الصَّلاَةِ وَقَدْ سَبَقَهُ الإِمَامُ بِرَكْعَةٍ أَيَتَشَهَّدُ مَعَهُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ وَالأَرْبَعِ وَإِنْ كَانَ ذَلِكَ لَهُ وِتْرًا فَقَالاَ لِيَتَشَهَّدْ مَعَهُ ‏.‏ قَالَ مَالِكٌ وَهُوَ الأَمْرُ عِنْدَنَا ‏.‏
Terjemahan

Malik bertanya kepada Ibnu Syihab dan Nafi, maula Ibnu Umar, tentang seorang laki-laki yang ikut shalat bersama imam padahal imam telah mendahuluinya satu rakaat: apakah ia harus membaca tasyahud bersamanya dalam shalat dua dan empat rakaat, meskipun hal itu ganjil baginya?

Keduanya berkata: “Hendaklah ia membaca tasyahud bersamanya.”

Malik berkata: “Dan inilah ketentuan yang berlaku menurut kami.”