Muwatta Malik
Book 49, Hadith 33
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ، يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَهُ إِنَّ لِي يَتِيمًا وَلَهُ إِبِلٌ أَفَأَشْرَبُ مِنْ لَبَنِ إِبِلِهِ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ إِنْ كُنْتَ تَبْغِي ضَالَّةَ إِبِلِهِ وَتَهْنَأُ جَرْبَاهَا وَتَلُطُّ حَوْضَهَا وَتَسْقِيهَا يَوْمَ وِرْدِهَا فَاشْرَبْ غَيْرَ مُضِرٍّ بِنَسْلٍ وَلاَ نَاهِكٍ فِي الْحَلْبِ .
Terjemahan
Seorang laki-laki datang kepada Abdullah bin Abbas dan berkata kepadanya, “Saya memiliki seorang anak yatim dan dia memiliki unta. Bolehkah saya minum dari susu untanya?”
Ibnu Abbas berkata, “Jika kamu mencari unta yang hilang miliknya dan mengobati kudis unta-unta itu dan melapisi kolam airnya serta memberinya minum pada hari minumnya, maka minumlah tanpa membahayakan keturunan dan tanpa menguras habis dalam pemerahan.”