Muwatta Malik
Book 20, Hadith 154
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ صَاحِبَ، هَدْىِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أَصْنَعُ بِمَا عَطِبَ مِنَ الْهَدْىِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " كُلُّ بَدَنَةٍ عَطِبَتْ مِنَ الْهَدْىِ فَانْحَرْهَا ثُمَّ أَلْقِ قِلاَدَتَهَا فِي دَمِهَا ثُمَّ خَلِّ بَيْنَهَا وَبَيْنَ النَّاسِ يَأْكُلُونَهَا " .
Terjemahan
Orang yang mengurus hewan hadyu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana aku harus berbuat terhadap hewan hadyu yang rusak?”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Setiap unta hadyu yang rusak di antara hewan-hewan hadyu, sembelihlah ia, kemudian letakkan kalungnya ke dalam darahnya, kemudian biarkanlah ia untuk orang-orang agar mereka memakannya.”