Muwatta Malik

Book 20, Hadith 162

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، أَنَّهُ قَالَ أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ يَسَارٍ، أَنَّ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ، خَرَجَ حَاجًّا حَتَّى إِذَا كَانَ بِالنَّازِيَةِ مِنْ طَرِيقِ مَكَّةَ أَضَلَّ رَوَاحِلَهُ وَإِنَّهُ قَدِمَ عَلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ يَوْمَ النَّحْرِ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ عُمَرُ اصْنَعْ كَمَا يَصْنَعُ الْمُعْتَمِرُ ثُمَّ قَدْ حَلَلْتَ فَإِذَا أَدْرَكَكَ الْحَجُّ قَابِلاً فَاحْجُجْ وَأَهْدِ مَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْىِ ‏.‏
Terjemahan

Bahwa Abu Ayyub al-Anshari keluar untuk berhaji hingga ketika ia berada di an-Naziya dalam perjalanan menuju Makkah, ia kehilangan hewan tunggangannya, dan bahwa ia datang menemui Umar ibn al-Khaththab pada hari Nahr lalu menceritakan hal itu kepadanya.

Umar berkata: “Lakukanlah sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang berumrah, kemudian engkau telah bertahallul; lalu apabila haji mendatangimu pada tahun berikutnya, maka berhajilah dan persembahkanlah hewan kurban yang mudah bagimu.”