Muwatta Malik

Book 20, Hadith 163

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، أَنَّ هَبَّارَ بْنَ الأَسْوَدِ، جَاءَ يَوْمَ النَّحْرِ وَعُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَنْحَرُ هَدْيَهُ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ أَخْطَأْنَا الْعِدَّةَ كُنَّا نُرَى أَنَّ هَذَا الْيَوْمَ يَوْمُ عَرَفَةَ ‏.‏ فَقَالَ عُمَرُ اذْهَبْ إِلَى مَكَّةَ فَطُفْ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَ وَانْحَرُوا هَدْيًا إِنْ كَانَ مَعَكُمْ ثُمَّ احْلِقُوا أَوْ قَصِّرُوا وَارْجِعُوا فَإِذَا كَانَ عَامٌ قَابِلٌ فَحُجُّوا وَأَهْدُوا فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعَ ‏.‏ قَالَ مَالِكٌ وَمَنْ قَرَنَ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ ثُمَّ فَاتَهُ الْحَجُّ فَعَلَيْهِ أَنْ يَحُجَّ قَابِلاً وَيَقْرِنُ بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ وَيُهْدِي هَدْيَيْنِ هَدْيًا لِقِرَانِهِ الْحَجَّ مَعَ الْعُمْرَةِ وَهَدْيًا لِمَا فَاتَهُ مِنَ الْحَجِّ ‏.‏
Terjemahan

Habbar bin al-Aswad datang pada hari Nahr ketika Umar bin al-Khaththab sedang menyembelih hewan hadyunya, lalu ia berkata: “Wahai Amirul Mukminin, kami telah salah dalam perhitungan; kami mengira bahwa hari ini adalah hari Arafah.”

Umar berkata: “Pergilah ke Makkah, engkau dan orang-orang yang bersamamu, lalu berthawaflah dan sembelihlah hadyu jika ada bersamamu, kemudian cukurlah (habis) atau pendekkanlah (rambut kalian) dan kembalilah. Apabila telah tiba tahun berikutnya, maka berhajilah dan sembelihlah hadyu, dan barangsiapa tidak mendapatkannya, maka (wajib) berpuasa tiga hari selama haji dan tujuh hari apabila telah kembali.”

Malik berkata: “Barangsiapa menggabungkan haji dan umrah kemudian luput hajinya, maka wajib atasnya berhaji pada tahun berikutnya dan menggabungkan antara haji dan umrah, serta menyembelih dua hadyu: satu hadyu karena menggabungkan haji dengan umrah dan satu hadyu karena apa yang luput darinya dari haji.”