Muwatta Malik
Book 20, Hadith 179
Barangsiapa yang didapati fajar pada malam Muzdalifah sedangkan ia belum wukuf di Arafah, maka ia telah luput dari haji. Dan barangsiapa yang wukuf di Arafah pada malam Muzdalifah sebelum terbit fajar, maka ia telah mendapatkan haji.
Malik berkata tentang seorang budak yang dimerdekakan di tempat wukuf di Arafah: hal itu tidak mencukupi baginya sebagai haji Islam, kecuali jika ia belum berihram, lalu ia berihram setelah dimerdekakan, kemudian ia wukuf di Arafah pada malam itu sebelum terbit fajar; jika ia melakukan itu, maka itu mencukupinya. Dan jika ia tidak berihram hingga fajar terbit, maka ia sama kedudukannya dengan orang yang luput hajinya karena tidak mendapatkan wukuf di Arafah sebelum terbit fajar pada malam Muzdalifah, dan atas budak tersebut tetap wajib haji Islam yang harus ia tunaikan.