Muwatta Malik

Book 20, Hadith 195

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، كَانَ إِذَا أَفْطَرَ مِنْ رَمَضَانَ وَهُوَ يُرِيدُ الْحَجَّ لَمْ يَأْخُذْ مِنْ رَأْسِهِ وَلاَ مِنْ لِحْيَتِهِ شَيْئًا حَتَّى يَحُجَّ ‏.‏ قَالَ مَالِكٌ لَيْسَ ذَلِكَ عَلَى النَّاسِ ‏.‏
Terjemahan

Abdullah ibn Umar, apabila telah selesai dari (puasa) Ramadan dan ia bermaksud menunaikan haji, ia tidak mengambil sedikit pun dari rambut kepalanya maupun dari jenggotnya hingga ia menunaikan haji.

Malik berkata: Hal itu tidak wajib atas orang-orang.