Muwatta Malik
Book 20, Hadith 74
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ، وَسَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، وَسُلَيْمَانَ بْنَ يَسَارٍ، سُئِلُوا عَنْ نِكَاحِ الْمُحْرِمِ، فَقَالُوا لاَ يَنْكِحِ الْمُحْرِمُ وَلاَ يُنْكِحْ . قَالَ مَالِكٌ فِي الرَّجُلِ الْمُحْرِمِ إِنَّهُ يُرَاجِعُ امْرَأَتَهُ إِنْ شَاءَ إِذَا كَانَتْ فِي عِدَّةٍ مِنْهُ .
Terjemahan
Said ibn al-Musayyab, Salim ibn Abdullah dan Sulayman ibn Yasar ditanya tentang pernikahan orang yang berihram, lalu mereka berkata: “Orang yang berihram tidak boleh menikah dan tidak boleh menikahkan.”
Malik berkata tentang laki-laki yang berihram bahwa ia boleh kembali kepada istrinya jika ia mau, apabila istrinya sedang menjalani iddah darinya.