Muwatta Malik

Book 20, Hadith 8

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَجُلاً، سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ مِنَ الثِّيَابِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ لاَ تَلْبَسُوا الْقُمُصَ وَلاَ الْعَمَائِمَ وَلاَ السَّرَاوِيلاَتِ وَلاَ الْبَرَانِسَ وَلاَ الْخِفَافَ إِلاَّ أَحَدٌ لاَ يَجِدُ نَعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ خُفَّيْنِ وَلْيَقْطَعْهُمَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ وَلاَ تَلْبَسُوا مِنَ الثِّيَابِ شَيْئًا مَسَّهُ الزَّعْفَرَانُ وَلاَ الْوَرْسُ ‏.‏
Terjemahan

Yahya menceritakan kepadaku dari Malik, dari Nafi', dari Abdullah bin Umar, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang pakaian apa yang boleh dikenakan oleh orang yang sedang berihram. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian mengenakan pakaian berjahit seperti baju kurung (qamis), serban, celana panjang, jubah bertudung (burnus), dan sepatu kulit, kecuali jika seseorang tidak mendapatkan sandal, maka hendaklah ia mengenakan sepatu kulit dan memotongnya di bawah mata kaki. Dan janganlah kalian mengenakan pakaian apa pun yang terkena wars atau za'faran (pewarna kuning)."