Muwatta Malik
Book 41, Hadith 22
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ الْمَكِّيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " لاَ قَطْعَ فِي ثَمَرٍ مُعَلَّقٍ وَلاَ فِي حَرِيسَةِ جَبَلٍ " فَإِذَا آوَاهُ الْمُرَاحُ أَوِ الْجَرِينُ فَالْقَطْعُ فِيمَا يَبْلُغُ ثَمَنَ الْمِجَنِّ .
Terjemahan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada potong tangan untuk buah yang masih bergantung di pohon dan tidak pula untuk hewan ternak yang digembalakan di gunung. Apabila kandang atau tempat penjemuran buah telah menampungnya, maka potong tangan berlaku untuk yang mencapai harga sebuah perisai.”