Muwatta Malik

Book 41, Hadith 32

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، أَنَّ عَبْدًا، سَرَقَ وَدِيًّا مِنْ حَائِطِ رَجُلٍ فَغَرَسَهُ فِي حَائِطِ سَيِّدِهِ فَخَرَجَ صَاحِبُ الْوَدِيِّ يَلْتَمِسُ وَدِيَّهُ فَوَجَدَهُ فَاسْتَعْدَى عَلَى الْعَبْدِ مَرْوَانَ بْنَ الْحَكَمِ فَسَجَنَ مَرْوَانُ الْعَبْدَ وَأَرَادَ قَطْعَ يَدِهِ فَانْطَلَقَ سَيِّدُ الْعَبْدِ إِلَى رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ فَسَأَلَهُ عَنْ ذَلِكَ فَأَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ لاَ قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلاَ كَثَرٍ ‏"‏ ‏.‏ وَالْكَثَرُ الْجُمَّارُ ‏.‏ فَقَالَ الرَّجُلُ فَإِنَّ مَرْوَانَ بْنَ الْحَكَمِ أَخَذَ غُلاَمًا لِي وَهُوَ يُرِيدُ قَطْعَهُ وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ تَمْشِيَ مَعِيَ إِلَيْهِ فَتُخْبِرَهُ بِالَّذِي سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ فَمَشَى مَعَهُ رَافِعٌ إِلَى مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ فَقَالَ أَخَذْتَ غُلاَمًا لِهَذَا فَقَالَ نَعَمْ ‏.‏ فَقَالَ فَمَا أَنْتَ صَانِعٌ بِهِ قَالَ أَرَدْتُ قَطْعَ يَدِهِ ‏.‏ فَقَالَ لَهُ رَافِعٌ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ لاَ قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلاَ كَثَرٍ ‏"‏ ‏.‏ فَأَمَرَ مَرْوَانُ بِالْعَبْدِ فَأُرْسِلَ ‏.‏
Terjemahan

Seorang hamba sahaya mencuri bibit kurma dari kebun seseorang lalu menanamnya di kebun tuannya. Pemilik bibit kurma itu keluar mencari bibitnya dan menemukannya. Ia mengadukan hamba sahaya itu kepada Marwan ibn al-Hakam. Marwan memenjarakan hamba sahaya itu dan ingin memotong tangannya. Tuan hamba sahaya itu pergi menemui Rafi' ibn Khadij dan menanyakan hal itu kepadanya. Rafi' mengabarkan kepadanya bahwa ia mendengar Rasulullah, semoga Allah memberkati dan memberinya kedamaian, bersabda: “Tidak ada pemotongan (tangan) karena buah kurma dan tidak pula karena katsar.” Dan katsar adalah jummar (empulur pohon kurma).

Laki-laki itu berkata: “Marwan ibn al-Hakam telah mengambil seorang hamba sahaya milikku dan ia ingin memotong tangannya, dan aku ingin engkau pergi bersamaku kepadanya lalu mengabarkan kepadanya apa yang engkau dengar dari Rasulullah, semoga Allah memberkati dan memberinya kedamaian.”

Maka Rafi' pergi bersamanya kepada Marwan ibn al-Hakam. Ia berkata: “Apakah engkau mengambil seorang hamba sahaya untuk orang ini?” Ia berkata: “Ya.” Ia berkata: “Apa yang akan engkau lakukan terhadapnya?” Ia berkata: “Aku bermaksud memotong tangannya.”

Maka Rafi' berkata kepadanya: “Aku mendengar Rasulullah, semoga Allah memberkati dan memberinya kedamaian, bersabda: ‘Tidak ada pemotongan (tangan) karena buah kurma dan tidak pula karena katsar.’”

Maka Marwan memerintahkan mengenai hamba sahaya itu lalu ia dilepaskan.