Muwatta Malik
Book 21, Hadith 35
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، قَالَ كَرَمُ الْمُؤْمِنِ تَقْوَاهُ وَدِينُهُ حَسَبُهُ وَمُرُوءَتُهُ خُلُقُهُ وَالْجُرْأَةُ وَالْجُبْنُ غَرَائِزُ يَضَعُهَا اللَّهُ حَيْثُ شَاءَ فَالْجَبَانُ يَفِرُّ عَنْ أَبِيهِ وَأُمِّهِ وَالْجَرِيءُ يُقَاتِلُ عَمَّا لاَ يَؤُوبُ بِهِ إِلَى رَحْلِهِ وَالْقَتْلُ حَتْفٌ مِنَ الْحُتُوفِ وَالشَّهِيدُ مَنِ احْتَسَبَ نَفْسَهُ عَلَى اللَّهِ .
Terjemahan
Umar ibn al-Khattab berkata: Kemuliaan orang mukmin adalah ketakwaannya, agamanya adalah kemuliaan nasabnya, dan muruahnya adalah akhlaknya. Keberanian dan kepengecutan adalah tabiat-tabiat yang Allah letakkan di mana saja yang Dia kehendaki. Orang yang pengecut akan lari dari ayah dan ibunya, sedangkan orang yang berani akan berperang demi sesuatu yang tidak akan dibawanya kembali ke tempat perbekalannya. Terbunuh adalah satu kematian di antara berbagai kematian, dan syahid adalah orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah dengan mengharap pahala.