Muwatta Malik

Book 2, Hadith 18

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، حَنَّطَ ابْنًا لِسَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ وَحَمَلَهُ ثُمَّ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ ‏.‏ قَالَ يَحْيَى وَسُئِلَ مَالِكٌ هَلْ فِي الْقَىْءِ وُضُوءٌ قَالَ لاَ وَلَكِنْ لِيَتَمَضْمَضْ مِنْ ذَلِكَ وَلْيَغْسِلْ فَاهُ وَلَيْسَ عَلَيْهِ وُضُوءٌ ‏.‏
Terjemahan

Abdullah bin Umar menghanuti seorang anak laki-laki Said bin Zayd dan menggotongnya, kemudian ia masuk ke masjid lalu salat tanpa berwudu.

Malik ditanya: “Apakah muntah mewajibkan wudu?” Beliau berkata: “Tidak, tetapi hendaklah ia berkumur karena itu dan mencuci mulutnya, dan tidak ada kewajiban wudu atasnya.”