Muwatta Malik

Book 2, Hadith 97

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَرْسَلَ إِلَى عَائِشَةَ يَسْأَلُهَا هَلْ يُبَاشِرُ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ فَقَالَتْ لِتَشُدَّ إِزَارَهَا عَلَى أَسْفَلِهَا ثُمَّ يُبَاشِرُهَا إِنْ شَاءَ ‏.‏
Terjemahan

Ubaydullah bin Abdullah bin Umar mengirim pesan kepada Aisyah untuk menanyainya: "Apakah seorang laki-laki boleh menyentuh istrinya ketika istrinya sedang haid?"

Aisyah berkata: "Hendaklah wanita itu mengikat kain pinggangnya pada bagian bawah tubuhnya, kemudian ia boleh menyentuhnya jika ia mau."