Muwatta Malik

Book 28, Hadith 37

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، أَنَّ أَبَا نَهْشَلِ بْنَ الأَسْوَدِ، قَالَ لِلْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ إِنِّي رَأَيْتُ جَارِيَةً لِي مُنْكَشِفًا عَنْهَا وَهِيَ فِي الْقَمَرِ فَجَلَسْتُ مِنْهَا مَجْلِسَ الرَّجُلِ مِنِ امْرَأَتِهِ فَقَالَتْ إِنِّي حَائِضٌ فَقُمْتُ فَلَمْ أَقْرَبْهَا بَعْدُ أَفَأَهَبُهَا لاِبْنِي يَطَؤُهَا فَنَهَاهُ الْقَاسِمُ عَنْ ذَلِكَ ‏.‏
Terjemahan

Abu Nahshal ibn al-Aswad berkata kepada al-Qasim ibn Muhammad: “Aku melihat seorang budak perempuan milikku yang tersingkap darinya (pakaiannya) ketika ia berada di bawah cahaya bulan, lalu aku duduk darinya sebagaimana duduknya seorang laki-laki terhadap istrinya. Lalu ia berkata: ‘Aku sedang haid.’ Maka aku berdiri dan aku tidak mendekatinya setelah itu. Apakah boleh aku memberikannya kepada anak laki-lakiku agar ia menyetubuhinya?”

Maka al-Qasim melarangnya dari hal itu.