Muwatta Malik

Book 7, Hadith 19

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بِمَكَّةَ وَالسَّمَاءُ مُغِيمَةٌ فَخَشِيَ عَبْدُ اللَّهِ الصُّبْحَ فَأَوْتَرَ بِوَاحِدَةٍ ثُمَّ انْكَشَفَ الْغَيْمُ فَرَأَى أَنَّ عَلَيْهِ لَيْلاً فَشَفَعَ بِوَاحِدَةٍ ثُمَّ صَلَّى بَعْدَ ذَلِكَ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ فَلَمَّا خَشِيَ الصُّبْحَ أَوْتَرَ بِوَاحِدَةٍ ‏.‏
Terjemahan

Aku bersama Abdullah bin Umar di Makkah ketika langit berawan. Abdullah khawatir fajar akan tiba, maka ia shalat witir satu rakaat. Kemudian awan tersingkap dan ia melihat bahwa malam masih ada, maka ia menggenapkannya dengan satu rakaat. Kemudian setelah itu ia shalat dua rakaat dua rakaat, dan ketika ia khawatir fajar akan tiba, ia berwitir dengan satu rakaat.