Muwatta Malik

Book 43, Hadith 14

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدِ بْنِ زُرَارَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ حَفْصَةَ، زَوْجَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَتَلَتْ جَارِيَةً لَهَا سَحَرَتْهَا وَقَدْ كَانَتْ دَبَّرَتْهَا فَأَمَرَتْ بِهَا فَقُتِلَتْ ‏.‏ قَالَ مَالِكٌ السَّاحِرُ الَّذِي يَعْمَلُ السِّحْرَ وَلَمْ يَعْمَلْ ذَلِكَ لَهُ غَيْرُهُ هُوَ مَثَلُ الَّذِي قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِي كِتَابِهِ ‏{‏وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ‏}‏ فَأَرَى أَنْ يُقْتَلَ ذَلِكَ إِذَا عَمِلَ ذَلِكَ هُوَ نَفْسُهُ ‏.‏
Terjemahan

Hafsah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, membunuh seorang budak perempuan miliknya yang telah menyihirnya, padahal ia telah memberinya tadbir. Lalu ia memerintahkan (hukuman) terhadap budak itu, maka budak itu pun dibunuh.

Malik berkata: Tukang sihir yang mengamalkan sihir itu sendiri dan tidak ada orang lain yang mengerjakannya untuknya, ia seperti orang yang difirmankan Allah Tabaraka wa Ta‘ala tentangnya di dalam Kitab-Nya:

“Dan sungguh mereka telah mengetahui bahwa barangsiapa membelinya, ia tidak akan memperoleh bagian di akhirat.” (QS 2 ayat 102)

Maka aku berpendapat bahwa orang seperti itu dibunuh apabila ia sendiri yang melakukannya.