Muwatta Malik
Book 1, Hadith 26
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam beristirahat (bermalam) di tengah perjalanan menuju Mekkah dan menugaskan Bilal untuk membangunkan mereka untuk shalat. Bilal dan yang lainnya tertidur lelap sehingga matahari telah terbit menyoroti mereka. Ketika kaum tersebut terbangun dalam keadaan cemas, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan mereka untuk berkendara keluar dari lembah tersebut dan bersabda, "Sesungguhnya lembah ini dihuni oleh setan." Maka mereka pun berkendara keluar dari lembah tersebut. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan mereka untuk turun, berwudhu, dan memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan azan atau iqamah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kemudian mengimami manusia shalat. Setelah itu, beliau menghadap mereka karena melihat kecemasan mereka, lalu bersabda, "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah telah mencabut ruh-ruh kita, dan jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan mengembalikannya kepada kita pada waktu selain ini. Apabila salah seorang dari kalian tertidur dari shalat atau melupakannya, lalu ia cemas terhadapnya, maka hendaklah ia mengerjakannya sebagaimana ia biasa mengerjakannya pada waktunya." Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menoleh kepada Abu Bakar lalu bersabda, "Sesungguhnya setan mendatangi Bilal saat ia berdiri shalat, lalu membaringkannya dan terus menenangkannya sebagaimana seorang anak kecil ditenangkan hingga ia tertidur." Setelah itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memanggil Bilal, lalu Bilal menceritakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam seperti apa yang diceritakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada Abu Bakar. Maka Abu Bakar berkata, "Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah."