Muwatta Malik

Book 17, Hadith 18

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ أَبِي تَمِيمَةَ السَّخْتِيَانِيِّ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ، كَتَبَ فِي مَالٍ قَبَضَهُ بَعْضُ الْوُلاَةِ ظُلْمًا يَأْمُرُ بِرَدِّهِ إِلَى أَهْلِهِ وَيُؤْخَذُ زَكَاتُهُ لِمَا مَضَى مِنَ السِّنِينَ ثُمَّ عَقَّبَ بَعْدَ ذَلِكَ بِكِتَابٍ أَنْ لاَ يُؤْخَذُ مِنْهُ إِلاَّ زَكَاةٌ وَاحِدَةٌ فَإِنَّهُ كَانَ ضِمَارًا ‏.‏
Terjemahan

Umar ibn Abd al-Aziz menulis tentang harta yang disita secara zalim oleh salah seorang gubernur, memerintahkan agar harta itu dikembalikan kepada pemiliknya dan diambil zakatnya untuk tahun-tahun yang telah berlalu, kemudian setelah itu ia menyusul dengan surat lain bahwa tidak diambil darinya kecuali satu kali zakat saja, karena harta itu tidak berada dalam penguasaan pemiliknya.