وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ: «يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ» فَقُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ آمَنَّا بِكَ وَبِمَا جِئْتَ بِهِ فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا؟ قَالَ: «نَعَمْ إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَابْن مَاجَه
Terjemahan

Anas melaporkan bahwa utusan Tuhan sering berkata, "Wahai Engkau yang membalikkan hati, tetapkan hatiku dalam agama-Mu." Anas berkata, "Nabi Allah, apakah engkau takut akan kami yang percaya kepadamu dan kepada-pesanmu?" Dia menjawab, "Ya. Hati berada di antara dua jari Tuhan dan Dia memutarnya sesuai kehendak-Nya." Tirmidzi dan Ibnu Majah menyampaikannya.