وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ» . ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الْآيَةَ: (مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جدلا بل هم قوم خصمون) رَوَاهُ أَحْمد وَالتِّرْمِذِيّ وَابْن مَاجَه
Terjemahan

Abu Umama melaporkan utusan Tuhan yang mengatakan, "Tidak ada orang yang tersesat setelah mengikuti petunjuk yang benar kecuali mereka telah dibawa ke dalam perdebatan." Kemudian utusan Tuhan membacakan ayat ini, "Mereka hanya mengemukakan dia kepadamu sebagai masalah perselisihan; tidak, mereka adalah orang-orang yang suka berselisih." 1Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah menyampaikannya.1 Quran xliii, 58.