وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:" نَزَلَ الْقُرْآنُ عَلَى خَمْسَةِ أَوْجُهٍ: حَلَالٍ وَحَرَامٍ وَمُحْكَمٍ وَمُتَشَابِهٍ وَأَمْثَالٍ. فَأَحِلُّوا الْحَلَالَ وَحَرِّمُوا الْحَرَامَ وَاعْمَلُوا بِالْمُحْكَمِ وَآمِنُوا بِالْمُتَشَابِهِ وَاعْتَبِرُوا بِالْأَمْثَالِ ". هَذَا لَفْظَ الْمَصَابِيحِ. وَرَوَى الْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الايمان وَلَفْظُهُ: «فَاعْمَلُوا بِالْحَلَالِ وَاجْتَنِبُوا الْحَرَامَ وَاتَّبِعُوا الْمُحْكَمَ»
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan rasulullah yang mengatakan, "Al-Qur'an turun menunjukkan lima aspek

apa yang diperbolehkan, apa yang dilarang, apa yang ditetapkan dengan kuat, apa yang tidak jelas, dan perumpamaan. Jadi perlakukan apa yang diizinkan sebagai diperbolehkan dan apa yang dilarang sebagai dilarang, bertindak berdasarkan apa yang ditetapkan dengan kuat; percayalah pada apa yang tidak jelas, dan ambil pelajaran dari perumpamaan." Ini adalah kata-kata dalam Al-masabih. Baihaqi menyampaikannya dalam Shu'ab al-iman, kata-katanya adalah, "Bertindak sesuai dengan apa yang diizinkan, hindari apa yang dilarang, dan ikuti apa yang ditetapkan dengan kuat."