عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَمَّا نَزَلَتْ آيَةُ الْمُلَاعَنَةِ: «أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَدْخَلَتْ عَلَى قَوْمٍ مَنْ لَيْسَ مِنْهُمْ فَلَيْسَتْ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ وَلَنْ يُدْخِلَهَا اللَّهُ جَنَّتَهُ وَأَيُّمَا رَجُلٍ جَحَدَ وَلَدَهُ وَهُوَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ احْتَجَبَ اللَّهُ مِنْهُ وفضَحَهُ على رؤوسِ الْخَلَائِقِ فِي الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ والدارمي
Terjemahan
Abu Huraira mengatakan bahwa dia mendengar Nabi berkata ketika ayat tentang memanggil kutukan1 turun

“Setiap wanita yang membawa ke dalam keluarga seseorang yang tidak termasuk dalam keluarga itu tidak dapat mengharapkan belas kasihan dari Allah (atau bukan pengamat agama Allah) dan Allah tidak akan membawanya ke surga. Dan Allah akan menutupi diri-Nya dari siapa pun yang menyangkal anaknya ketika dia melihatnya, dan mempermalukan dia di hadapan semua makhluk, pertama dan terakhir.” Abu Dawud, Nasa'i dan Darimi mentransmisikannya. 1. Al-Qur'an 24:6