Mishkat al-Masabih

Mishkat al-Masabih 3139

Wali dalam Pernikahan, dan meminta persetujuan Wanita - Bagian 3
Teks hadis bahasa Arab
وَعَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:" فِي التَّوْرَاةِ مَكْتُوبٌ: مَنْ بَلَغَتِ ابْنَتُهُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَلَمْ يُزَوِّجْهَا فَأَصَابَتْ إِثْمًا فَإِثْمُ ذَلِكَ عَلَيْهِ «. رَوَاهُمَا الْبَيْهَقِيُّ فِي» شُعَبِ الْإِيمَانِ "
Terjemahan

'Umar b. al-Khattab dan Anas b. Malik melaporkan Rasulullah mengatakan bahwa ada tertulis dalam Taurat, “Jika seseorang tidak menikahi putrinya ketika dia berusia dua belas tahun dan dia melakukan dosa, kesalahan itu terletak pada dirinya.” Baihaqi ditularkan dalam Shu'ab al-iman.