وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَانَ إِذَا سَمِعَ صَوْتَ الرَّعْدِ وَالصَّوَاعِقَ قَالَ: «اللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ
Terjemahan

Ibnu Umar mengatakan bahwa ketika Nabi mendengar suara guntur dan petir dia berkata, “Ya Tuhan, jangan bunuh kami dengan amarah-Mu dan jangan hancurkan kami dengan siksa-Mu, tetapi jagalah kami sebelum itu terjadi.” Ahmad dan Tirmidhi mentransmisikannya, yang terakhir mengatakan bahwa ini adalah tradisi gharib.