Menjaga Puasa Bebas dari Ketidaksempurnaan - Bagian 2 Mishkat al-Masabih 2013
Teks hadis bahasa Arab
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ رُخْصَةٍ وَلَا مَرَضٍ لَمْ يَقْضِ عَنْهُ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ وَإِنْ صَامَهُ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارِمِيُّ وَالْبُخَارِيُّ فِي تَرْجَمَةِ بَابٍ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: سَمِعْتُ مُحَمَّدًا يَعْنِي البُخَارِيّ يَقُول. أَبُو المطوس الرَّاوِي لَا أَعْرِفُ لَهُ غَيْرَ هَذَا الْحَدِيثِ
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan Rasulullah berkata, “Jika seseorang melanggar puasanya suatu hari di bulan Ramadhan tanpa pengampunan* atau tanpa sakit, puasa abadi tidak akan menebusnya bahkan jika dia mengamatinya.” *misalnya saat bepergian. Ahmad, Tirmidhi, Abu Dawud, Ibn Majah, Darimi dan Bukhari dalam judul pasal mengirimkannya. Tirmidhi mengatakan bahwa dia mendengar Muhammad, yaitu Bukhari, mengatakan ini adalah satu-satunya tradisi yang dia ketahui oleh Abul Mutawwis sang pemancar.