وَعَنْ بُرَيْدَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الصَّلَوَات يَوْم الْفَتْح بِوضُوء وَاحِد وَمسح عل خُفَّيْهِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: لَقَدْ صَنَعْتَ الْيَوْمَ شَيْئًا لَمْ تَكُنْ تَصْنَعُهُ فَقَالَ: «عَمْدًا صَنَعْتُهُ يَا عمر» . رَوَاهُ مُسلم
Terjemahan

Buraida mengatakan bahwa utusan Allah salat pada hari Penaklukan [Penaklukan Mekkah pada tahun 8 H.] dengan satu kali wudhu dan mengusap sepatunya. Umar berkata, “Kamu telah melakukan sesuatu hari ini yang belum biasa kamu lakukan.” Beliau menjawab, “Saya melakukannya dengan sengaja, ‘Umar.” Muslim menyebarkannya.