عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: سُئِلَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ: كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِيرُ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ حِينَ دَفَعَ؟ قَالَ: كَانَ يَسِيرُ الْعُنُق فَإِذا وجد فجوة نَص
Terjemahan

Ibnu 'Umar mengatakan bahwa Nabi menggabungkan matahari terbenam dan sholat malam, masing-masing dengan iqama, tetapi tidak mengatakan 'Kemuliaan bagi Allah' di antara mereka, atau di akhir masing-masing dari mereka. Bukhari mengirimkannya.