Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 2689
عَنِ ابْنِ عُمَرَ: أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى النِّسَاءَ فِي إِحْرَامِهِنَّ عَنِ الْقُفَّازَيْنِ وَالنِّقَابِ وَمَا مَسَّ الْوَرْسُ وَالزَّعْفَرَانُ مِنَ الثِّيَابِ وَلْتَلْبَسْ بَعْدَ ذَلِكَ مَا أحبَّتْ من ألوانِ الثيابِ معصفر أوخز أَو حلي أَو سروايل أَو قميصٍ أَو خُفٍّ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.
Ibnu Umar berkata bahwa ia mendengar Rasulullah melarang perempuan memakai sarung tangan, cadar, atau pakaian yang diberi pewarna wars ataupun kunyit selama menunaikan rangkaian ibadah haji. Setelah itu, mereka boleh mengenakan pakaian apa pun yang disukai, termasuk pakaian berwarna kuning atau sutra, serta memakai perhiasan, celana, kemeja, ataupun sepatu. Diriwayatkan oleh Abu Dawud.