وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهِلُّ مُلَبِّدًا يَقُولُ: «لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ» . لَا يَزِيدُ عَلَى هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ
Terjemahan

Ibnu Umar berkata bahwa dia mendengar utusan Tuhan berkata ketika dengan rambutnya kusut dia mengangkat suaranya dalam talbiyah, “Labbaik, Ya Tuhan, labbaik labbaik; Engkau tidak punya pasangan; labbaik; pujian dan rahmat adalah Engkau, dan kekuasaan; Engkau tidak punya pasangan,” mengatakan tidak lebih dari kata-kata ini. Bukhari dan Muslim.