Kebangkrutan dan Jeda - Bagian 2 Mishkat al-Masabih 2922
Teks hadis bahasa Arab
وَعَنْ أَبِي مُوسَى عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ أَعْظَمَ الذُّنُوبِ عِنْدَ اللَّهِ أَنْ يَلْقَاهُ بِهَا عَبْدٌ بَعْدَ الْكَبَائِرِ الَّتِي نَهَى اللَّهُ عَنْهَا أَنْ يَمُوتَ رَجُلٌ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ لَا يَدَعُ لَهُ قَضَاءً» . رَوَاهُ أَحْمد وَأَبُو دَاوُد
Terjemahan
Abu Musa melaporkan Nabi berkata, “Dosa terbesar di mata Tuhan, setelah dosa-dosa berat yang dilarang Tuhan, yang dapat dibawa seseorang ke hadirat-Nya adalah bahwa dia harus mati dalam hutang tanpa meninggalkan cukup untuk melepaskannya.” Ahmad dan Abu Dawud mengirimkannya.