وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «السَّخَاءُ شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ فَمَنْ كَانَ سَخِيًّا أَخَذَ بِغُصْنٍ مِنْهَا فَلَمْ يَتْرُكْهُ الْغُصْنُ حَتَّى يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ. وَالشُّحُّ شَجَرَةٌ فِي النَّارِ فَمَنْ كَانَ شَحِيحًا أَخَذَ بِغُصْنٍ مِنْهَا فَلَمْ يَتْرُكْهُ الْغُصْنُ حَتَّى يُدْخِلَهُ النَّارَ» . رَوَاهُمَا الْبَيْهَقِيُّ فِي شعب الْإِيمَان
Terjemahan

Dia melaporkan utusan Tuhan berkata, “Kebebasan adalah pohon di surga yang orang yang bebas akan merebut rantingnya, dan cabang itu tidak akan meninggalkannya sampai membawanya ke surga. Dan kegelapan adalah pohon di neraka, yang orang yang cerewet akan merebut rantingnya, dan rantingnya tidak akan meninggalkannya sampai membawanya ke neraka. Baihaqi menularkannya dalam Shu'ab al-iman.