Diperbolehkan untuk berdoa secara sukarela berdiri atau duduk, dan berdiri dan duduk dalam rakaat yang sama Sahih Muslim 731 c

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ أَبِي هِشَامٍ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلميَقْرَأُ وَهُوَ قَاعِدٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ قَدْرَ مَا يَقْرَأُ إِنْسَانٌ أَرْبَعِينَ آيَةً ‏.‏
Terjemahan
'Aisyah melaporkan

Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) biasa membaca dalam posisi duduk (sambil menjalankan shalat Tahajjud) dan ketika dia bermaksud untuk membungkuk, dia akan berdiri dan membaca (selama lama) seorang pria (biasanya) membaca empat puluh ayat.

Komentar

Kitab Doa - Para Musafir

Sahih Muslim 731 c

Teks Hadis

Rasulullah (ﷺ) biasa membaca dalam posisi duduk (saat melaksanakan shalat Tahajjud) dan ketika beliau bermaksud untuk rukuk, beliau akan berdiri dan membaca (selama durasi di mana) seseorang (biasanya) membaca empat puluh ayat.

Komentar

Hadis mulia ini menunjukkan praktik Nabi dalam shalat malamnya (Tahajjud), di mana beliau memulai pembacaan Al-Qur'an sambil duduk karena kemudahan fisik selama ibadah yang panjang. Hikmah di balik berdiri hanya ketika mendekati posisi rukuk menunjukkan kombinasi kenyamanan dengan bentuk shalat yang benar.

Spesifikasi "empat puluh ayat" menunjukkan periode pembacaan yang substansial sambil berdiri, mengajarkan kita bahwa posisi berdiri dalam shalat harus memiliki durasi yang bermakna, bukan hanya transisi. Praktik ini mencerminkan keseimbangan antara sunnah shalat malam yang lama dan pertimbangan atas kapasitas fisik penyembah.

Para ulama menyimpulkan dari ini bahwa pembacaan sambil duduk diperbolehkan dalam shalat nawafil (sukarela) ketika ada kebutuhan yang sah, meskipun berdiri tetap lebih utama. Transisi yang terukur dari duduk ke berdiri menggambarkan pendekatan Nabi yang metodis dalam beribadah, di mana setiap gerakan memiliki tujuan dan pengabdian.