حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُصَلِّي بِاللَّيْلِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ مِنْهَا بِوَاحِدَةٍ فَإِذَا فَرَغَ مِنْهَا اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْمُؤَذِّنُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ ‏.‏
Terjemahan

Abu Salama melaporkan bahwa dia bertanya kepada 'Aisyah tentang shalat Rasulullah (semoga dia shallallahu 'ahu) (pada malam hari). Sisa hadis adalah sama tetapi dengan pengecualian ini bahwa dia (Nabi Suci) menjalankan sembilan rakaat termasuk Witir.

Comment

Kitab Doa - Para Musafir

Sahih Muslim - Referensi Hadis: Sahih Muslim 738 c

Analisis Teks

Narasi ini dari Ibu Orang-Orang Beriman 'A'isha (semoga Allah meridainya) menggambarkan shalat malam (Tahajjud) Nabi Muhammad (semoga damai besertanya). Penyebutan khusus sembilan rakaat termasuk Witr menunjukkan siklus lengkap shalat malam.

Ungkapan "mengamati sembilan rakaat termasuk Witr" menunjukkan bahwa shalat Witr terintegrasi dalam jumlah total, tidak terpisah darinya. Ini sejalan dengan praktik kenabian yang menjadikan Witr sebagai bagian penutup shalat malam.

Komentar Yuridis

Para ulama telah berbeda pendapat mengenai cara tepat melaksanakan sembilan rakaat ini. Pandangan utama di kalangan mazhab Hanafi dan Hanbali adalah bahwa dia shalat delapan rakaat Tahajjud berpasangan (empat set masing-masing dua rakaat) diikuti oleh satu rakaat Witr.

Mazhab Maliki dan Syafi'i mempertahankan bahwa diperbolehkan shalat Witr sebagai tiga rakaat dengan satu salam, atau sebagai rakaat terpisah. Hadis ini memberikan bukti untuk fleksibilitas dalam jumlah rakaat untuk shalat malam, karena narasi otentik lainnya menyebutkan angka yang berbeda.

Signifikansi Spiritual

Pengamatan konsisten Nabi terhadap shalat malam, bahkan dalam bentuk yang lebih pendek dari sembilan rakaat, menekankan keutamaan besar Tahajjud. Ini menunjukkan bahwa kualitas dan konsistensi lebih penting daripada sekadar kuantitas dalam ibadah.

Memasukkan Witr dalam jumlah total mengajarkan kita bahwa shalat malam harus diakhiri dengan Witr, seperti yang dikatakan Nabi (semoga damai besertanya): "Jadikan Witr sebagai shalat terakhirmu di malam hari." Pengaturan ini memastikan ibadah malam disegel dengan cara yang paling lengkap.