Ada satu jam di malam hari di mana tidak ada individu Muslim yang akan meminta kebaikan kepada Allah di dunia ini dan di dunia berikutnya tanpa Dia memberikannya kepadanya; dan itu berlaku untuk setiap malam.
Jam Malam Tanggapan Ilahi
Hadis yang diberkati ini dari Sahih Muslim (Kitab Shalat - Musafir, Hadis 757a) mengungkapkan peluang spiritual yang mendalam yang tersedia bagi orang beriman setiap malam. Para ulama menjelaskan bahwa ini merujuk pada momen tertentu yang tersembunyi ketika rahmat Allah turun dengan melimpah kepada ciptaan-Nya.
Interpretasi Ilmiah
Komentator klasik mencatat bahwa penyembunyian waktu pasti jam ini melayani berbagai hikmah ilahi: itu mendorong Muslim untuk terlibat dalam ibadah sepanjang malam, terutama selama sepertiga terakhir ketika Allah turun ke langit terendah. Praktik ini menumbuhkan pengabdian yang konsisten daripada permohonan yang terbatas dan terjadwal.
Imam An-Nawawi, dalam komentarnya tentang Sahih Muslim, menekankan bahwa ini berlaku khusus untuk permintaan yang benar yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Syarat "tidak ada individu Muslim" menunjukkan bahwa rahmat ini mencakup semua orang beriman terlepas dari status, memperkuat akses spiritual egaliter Islam.
Aplikasi Praktis
Para ulama merekomendasikan mencari jam ini melalui shalat malam (Tahajjud), pembacaan Al-Quran, dan doa tulus selama bagian akhir malam. Waktu ini sesuai dengan saat tidur paling manis, membuat pengorbanan kenyamanan sangat dicintai oleh Allah.
Janji ilahi ini mencontohkan kemurahan hati Allah yang tak terbatas, mendorong orang beriman untuk mempertahankan kewaspadaan malam dalam ibadah, sehingga mengubah malam menjadi wadah untuk pendakian spiritual dan koneksi ilahi yang tersedia sepanjang tahun.