Sahih Muslim

Sahih Muslim 782 b

Kebajikan dari perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus, apakah itu Qiyam al-Lail atau apa pun. Perintah untuk bersikap moderat dalam ibadah, yang berarti mengadopsi apa yang dapat ditekuni. Perintah kepada orang yang lelah atau lelah saat berdoa untuk berhenti sampai perasaan itu berlalu
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَمَةَ، يُحَدِّثُ عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم سُئِلَأَىُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ ‏"‏ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ ‏"
Terjemahan
'Aisyah dilaporkan mengatakan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) ditanya tentang perbuatan yang paling berkenan Allah. Dia menjawab

Apa yang dilakukan terus menerus, bahkan jika itu kecil.