Diperbolehkan untuk berdoa sukarela di atas tunggangan seseorang saat bepergian, tidak peduli ke arah mana ia menghadapnya Sahih Muslim 700 c

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ، قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلميُصَلِّي وَهُوَ مُقْبِلٌ مِنْ مَكَّةَ إِلَى الْمَدِينَةِ عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ كَانَ وَجْهُهُ - قَالَ - وَفِيهِ نَزَلَتْ ‏‏{‏ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ‏}‏
Terjemahan
Ibnu 'Umar melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) biasa berdoa di atas untanya saat datang dari Mekah ke Madinah, ke arah mana pun wajahnya berpaling; dan (dalam konteks ini) ayat ini diungkapkan

"Maka apakah kamu berpaling ke sana adalah wajah Allah" (ii. 115).