حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ، - وَهُوَ الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ - حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ، - يَعْنِي ابْنَ سَلاَّمٍ - عَنْ زَيْدٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلاَّمٍ، يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ، الْبَاهِلِيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ مُعَاوِيَةُ بَلَغَنِي أَنَّ الْبَطَلَةَ السَّحَرَةُ ‏.‏
Terjemahan
Abu Umama mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata

Bacalah Al-Qur'an, karena pada hari kiamat akan datang sebagai perantara bagi orang-orang yang membacanya. Bacalah dua yang terang, al-Baqara dan Surah Al 'Imran, karena pada hari kiamat mereka akan datang seperti dua awan atau dua bayangan, atau dua kawanan burung dalam barisan, memohon bagi mereka yang membacanya. Bacalah Surah al-Baqara, karena mengambil jalan lain untuk itu adalah berkah dan menyerahkannya adalah penyebab kesedihan, dan para penyihir tidak dapat menghadapinya. (Mu'awiyah berkata: Telah disampaikan kepadaku bahwa di sini Batala berarti para penyihir.)

Comment

Komentar Hadis

Riwayat ini dari Sahih Muslim 804a memuji keutamaan pembacaan Al-Qur'an, terutama menyoroti keutamaan Surah al-Baqarah dan Surah Al 'Imran. Nabi Muhammad (semoga damai besertanya) menggambarkan bab-bab ini muncul pada Hari Kiamat sebagai pendoa syafaat fisik bagi para pembacanya—muncul sebagai awan yang memberikan naungan, atau sebagai burung yang terbang dalam formasi, memohon di hadapan Allah untuk pengampunan dan peninggian bagi mereka yang rutin membacanya.

Dua Bab yang Bercahaya

Deskripsi "dua yang terang" (az-zahrawān) merujuk pada sifatnya yang menerangi—baik dalam kecemerlangan tekstual maupun cahaya spiritual. Para ulama menjelaskan bahwa bab-bab panjang ini mengandung akidah Islam yang mendasar, legislasi komprehensif, dan pelajaran spiritual yang mendalam yang menerangi hati dan pikiran orang beriman.

Syafaat mereka mewujud dalam berbagai bentuk: sebagai awan yang memberikan naungan pelindung dari panas terik Hari Kiamat, sebagai naungan yang menawarkan kenyamanan, dan sebagai burung yang melambangkan peninggalan amal baik pembaca dan naiknya dengan cepat ke penerimaan Allah.

Keutamaan Khusus Surah al-Baqarah

Penekanan khusus pada Surah al-Baqarah menunjukkan status uniknya. Frasa "mengambil perlindungan padanya adalah berkah" berarti bahwa secara konsisten membaca dan menerapkan ajarannya membawa barakah (berkah ilahi) ke dalam kehidupan, rumah, dan urusan seseorang.

"Meninggalkannya adalah penyebab kesedihan" memperingatkan terhadap pengabaian bab ini, karena pengabaian seperti itu menyebabkan kemiskinan spiritual dan penyesalan. Keutamaan terakhir—bahwa "para penyihir tidak dapat menghadapinya"—mengungkapkan kualitas pelindungnya terhadap seni gelap dan pengaruh jahat, menciptakan benteng spiritual di sekitar orang beriman yang membacanya dengan iman dan pemahaman.