Sahih Muslim
Sahih Muslim 804 b
Keutamaan membaca Al-Qur'an dan Surat al-Baqarah
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ، أَخْبَرَنَا يَحْيَى، - يَعْنِي ابْنَ حَسَّانَ - حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ، بِهَذَا الإِسْنَادِ . مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ " وَكَأَنَّهُمَا " . فِي كِلَيْهِمَا وَلَمْ يَذْكُرْ قَوْلَ مُعَاوِيَةَ بَلَغَنِي
Terjemahan
Hadis ini telah diriwayatkan oleh Mu'awiyah dengan rantai pemancar yang sama tetapi dengan pengecualian ini bahwa dalam hal ini kata-kata Mu'awiyah
"Itu telah disampaikan kepadaku ..." belum disebutkan.
Kitab Doa - Para Musafir
Penulis: Sahih Muslim | Referensi Hadis: Sahih Muslim 804 b
Komentar tentang Penghilangan
Frasa "Telah disampaikan kepadaku..." tidak disebutkan secara eksplisit dalam narasi khusus ini, namun hal ini konsisten dengan metodologi Imam Muslim dalam Sahih-nya. Ia sering menyajikan hadis melalui berbagai rantai, dan frasa pengantar dapat bervariasi antar transmisi sambil mempertahankan konten hukum inti.
Konteks Ilmiah
Para ulama klasik mencatat bahwa ketiadaan kata pengantar semacam itu tidak mengurangi keaslian narasi. Fokus tetap pada konten substantif mengenai peraturan shalat untuk musafir, yang sejalan dengan transmisi otentik lainnya dalam koleksi.
Keprihatinan utama bagi para ahli hukum adalah keputusan hukum yang berasal dari konten hadis daripada frasa pengantar spesifik yang digunakan oleh narator individu dalam rantai transmisi.