حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ، وَأَحْمَدُ بْنُ جَوَّاسٍ الْحَنَفِيُّ، قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ عَمَّارِ بْنِ رُزَيْقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلاَّ الْيَوْمَ فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ فَقَالَ هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلاَّ الْيَوْمَ فَسَلَّمَ وَقَالَ أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلاَّ أُعْطِيتَهُ ‏.‏
Terjemahan
'Abd al-Rahman b. Yazid melaporkan

Aku bertemu Abu Mas'ud di dekat Rumah (Ka'bah) dan berkata kepadanya: Sebuah hadis telah disampaikan kepadaku atas kewenanganmu tentang keduanya (ayat-ayat penutup Surah al-Baqara. Dia berkata: Ya. Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) (sesungguhnya) bersabda: Barangsiapa membaca dua ayat di akhir Surah al-Baqara pada malam hari, cukuplah baginya.

Comment

Kitab Doa - Para Musafir

Penulis: Sahih Muslim | Referensi Hadis: Sahih Muslim 807 a

Teks Hadis

Saya bertemu Abu Mas'ud dekat Rumah (Ka'bah) dan berkata kepadanya: Sebuah hadis telah disampaikan kepada saya atas otoritas Anda tentang dua (ayat penutup Surah al-Baqara. Dia berkata: Ya. Rasulullah (ﷺ) (sebenarnya) berkata: Siapa pun yang membaca dua ayat di akhir Surah al-Baqara pada malam hari, itu akan mencukupi baginya.

Komentar

Hadis mulia ini menetapkan keutamaan besar dari membaca dua ayat terakhir Surah al-Baqara (2:285-286) pada malam hari. Frasa "itu akan mencukupi baginya" membawa banyak interpretasi menurut para ulama klasik. Beberapa menjelaskannya sebagai perlindungan dari kejahatan dan bahaya sepanjang malam, sementara yang lain memahaminya sebagai pahala yang cukup setara dengan melakukan shalat malam. Imam Nawawi menyatakan bahwa ayat-ayat ini mengandung deklarasi iman yang komprehensif, penyerahan kepada kehendak Allah, dan doa untuk pengampunan dan rahmat.

Spesifikasi "pada malam hari" menunjukkan suasana spiritual khusus malam hari ketika gangguan berkurang dan hati menjadi lebih reseptif terhadap zikir ilahi. Para ulama mencatat bahwa praktik ini menggabungkan pembacaan Al-Quran dan zikir kepada Allah, menjadikannya sangat kuat. Rantai transmisi melalui Abu Mas'ud al-Ansari menunjukkan pelestarian dan penyebaran ajaran kenabian yang teliti oleh para Sahabat, bahkan di tempat suci seperti area Ka'bah.

Keputusan Hukum

Mayoritas ulama menganggap praktik ini disarankan (mustahabb) daripada wajib. Ini sangat ditekankan untuk para musafir karena kerentanan yang meningkat selama perjalanan. Ahli hukum Hanafi dan Shafi'i menyoroti bahwa ayat-ayat ini berfungsi sebagai perlindungan (ḥifẓ) dan persediaan spiritual (qūt) bagi orang beriman. Ulama Maliki mencatat bahwa meskipun teks menyebutkan "malam," keutamaannya meluas ke setiap waktu kebutuhan atau kerentanan.

Manfaat Spiritual

Ayat-ayat penutup ini merangkum inti akidah Islam: keyakinan pada keesaan Allah, penerimaan takdir ilahi, dan mencari pengampunan untuk kekurangan. Pembacaannya memperkuat iman, memberikan pencerahan spiritual, dan menghubungkan orang beriman langsung dengan pesan komprehensif Al-Quran. Janji "kecukupan" menunjukkan baik perlindungan duniawi maupun pahala akhirat, menjadikan praktik ini sebagai sarana untuk mencapai perawatan ilahi yang komprehensif.