وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ سَالِمِ، بْنِ أَبِي الْجَعْدِ الْغَطَفَانِيِّ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمَرِيِّ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ ‏"‏
Terjemahan
Abu Darda' melaporkan Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Jika seseorang mempelajari dengan hafal sepuluh ayat pertama dari Surah al-Kahf, dia akan dilindungi dari Dajjal.

Comment

Komentar Hadis: Perlindungan dari Dajjal

Riwayat ini dari Sahih Muslim 809a dalam "Kitab Shalat - Musafir" menunjukkan keutamaan besar dalam menghafal dan membaca ayat-ayat pembuka Surah al-Kahf. Dajjal mewakili ujian iman yang paling besar, dan perlindungan ini terwujud sebagai penjagaan ilahi dari fitnahnya (cobaan).

Signifikansi Spiritual

Sepuluh ayat pertama Surah al-Kahf mengandung doktrin-doktrin Islam fundamental: tauhid murni, penolakan syirik, penegasan kebangkitan, dan kisah Ashabul Kahfi - semuanya berfungsi sebagai baju besi spiritual melawan tipu daya Dajjal.

Hafalan di sini menyiratkan bukan hanya pembelajaran hafalan tetapi kontemplasi mendalam dan penerapan makna ayat-ayat ini, menciptakan benteng iman di hati yang tidak dapat ditembus Dajjal.

Implementasi Praktis

Para ulama merekomendasikan pembacaan rutin, terutama pada hari Jumat, dengan pemahaman yang tepat tentang makna ayat-ayat. Praktik ini memperkuat iman dan memberikan perlindungan berkelanjutan melalui pengingatan terus-menerus akan janji dan peringatan Allah.

Perlindungan mencakup baik cobaan duniawi maupun tribulasi eskatologis, karena pengaruh Dajjal dimulai secara halus sebelum penampakan fisiknya.