وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ فِي لَيْلَةٍ ثُلُثَ الْقُرْآنِ ‏" قَالُوا : وَكَيْفَ يَقْرَأْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ ؟ قَالَ : " قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ " ‏.‏
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan

Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) keluar kepada kami dan berkata: Aku akan membaca di hadapanmu sepertiga dari Al-Qur'an. Dia (Nabi Suci) kemudian membaca: "Katakanlah: Dia adalah Allah, Yang Maha Esa, Allah Yang Kekal," sampai akhir Surah.

Comment

Teks Hadis

Rasulullah (ﷺ) keluar kepada kami dan berkata: Aku akan membacakan di hadapan kalian sepertiga dari Al-Qur'an. Beliau (Nabi Suci) kemudian membacakan: "Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa--Allah, Yang Maha Kekal," hingga akhir Surah.

Komentar Ilmiah

Hadis mulia ini dari Sahih Muslim menunjukkan keutamaan besar Surah al-Ikhlas (Bab 112). Pernyataan Nabi bahwa bab singkat ini setara dengan sepertiga dari Al-Qur'an dalam pahala menunjukkan signifikansi teologisnya yang mendalam.

Ulama klasik menjelaskan bahwa tema utama Al-Qur'an dibagi menjadi tiga: Tawhid (Keesaan Ilahi), Ahkam (Keputusan Hukum), dan Qasas (Kisah). Surah al-Ikhlas secara komprehensif menetapkan doktrin Tawhid - menegaskan Keesaan mutlak Allah, Kecukupan-Nya sendiri, dan transendensi-Nya di luar semua ciptaan.

Imam al-Nawawi berkomentar bahwa meskipun Surah ini hanya mengandung empat ayat, ia mencakup esensi monoteisme Islam, membuat pahala spiritualnya setara dengan membaca sepertiga dari seluruh Al-Qur'an. Ini tidak menggantikan kewajiban untuk membaca Al-Qur'an penuh, tetapi menunjukkan status unik bab ini.

Implikasi Praktis

Hadis ini mendorong pembacaan sering Surah al-Ikhlas dalam sholat dan tindakan ibadah. Ulama merekomendasikan pembacaannya dalam sholat sunnah sebelum dan sesudah sholat wajib, selama sholat malam (Tahajjud), dan sebagai bagian dari zikir harian (adhkar).

Pemahaman bahwa Surah ini setara dengan sepertiga dari Al-Qur'an seharusnya meningkatkan penghargaan kita terhadap maknanya yang mendalam dan menginspirasi kita untuk merenungkan ayat-ayatnya secara mendalam, menginternalisasikan monoteisme murni yang diajarkannya.