وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ بَيَانٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَلَمْ تَرَ آيَاتٍ أُنْزِلَتِ اللَّيْلَةَ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ قَطُّ ‏{‏ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ‏}‏ وَ ‏{‏ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ‏}‏ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan

Hadis ini telah diriwayatkan melalui rantai pemancar lain langsung dari para sahabat Muhammad (صلى الله عليه وسلم).

Comment

Kitab Doa - Para Musafir

Sahih Muslim 814 c

Rantai Transmisi Berganda

Kehadiran rantai transmisi independen berganda (turuq) dari Para Sahabat Nabi Muhammad (ﷺ) memperkuat keaslian dan keandalan hadis ini. Fenomena ini, yang dikenal sebagai tawatur bi'l-ma'na, menunjukkan penerimaan dan praktik yang luas di kalangan komunitas Muslim awal.

Verifikasi Ilmiah

Ketika sebuah hadis ditransmisikan melalui berbagai rantai dari Sahabat yang berbeda, hal ini menunjukkan bahwa keputusan tidak terbatas pada praktik individu tunggal tetapi dikenal dan diterapkan secara luas. Ini menghilangkan kemungkinan kesalahan atau kelupaan dalam narasi individu dan mengonfirmasi sifat mapan dari keputusan tersebut.

Signifikansi Hukum

Narasi yang diverifikasi berganda seperti ini memiliki bobot lebih besar dalam yurisprudensi Islam. Konvergensi jalur transmisi berganda menunjukkan fondasi yang kuat dari keputusan dalam tradisi Kenabian, menjadikannya mengikat bagi komunitas Muslim dan menghilangkan keraguan tentang keasliannya.