وَحَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ وَرْقَاءَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ صَلاَةَ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةُ ‏"‏ ‏.‏ وَحَدَّثَنِيهِ مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ وَابْنُ رَافِعٍ قَالاَ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ حَدَّثَنِي وَرْقَاءُ بِهَذَا الإِسْنَادِ ‏.‏
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Ketika doa dimulai, tidak ada doa kecuali doa wajib.

Comment

Kitab Doa - Para Musafir

Sahih Muslim 710 b

Teks Hadis

"Ketika shalat dimulai, tidak ada shalat selain yang wajib."

Komentar

Hadis ini menetapkan prinsip dasar dalam yurisprudensi Islam mengenai waktu shalat sunnah. Ketika shalat wajib berjamaah dimulai dengan iqamah, semua shalat sunnah harus berhenti. Keputusan ini berlaku bahkan jika seseorang sedang dalam pertengahan melakukan shalat sunnah. Hikmah di balik ini adalah untuk menjaga kesatuan dan kesungguhan shalat berjamaah, memastikan semua jamaah sepenuhnya perhatian dan siap untuk shalat fardu. Satu-satunya pengecualian adalah dua rakaat sunnah sebelum Fajr, yang dapat diselesaikan secara singkat jika seseorang telah memulainya ketika iqamah dikumandangkan.

Implikasi Yuridis

Keputusan ini menekankan keunggulan shalat berjamaah atas ibadah individu selama permulaannya. Ini mengajarkan umat Islam untuk memprioritaskan kewajiban komunal dan menghindari tindakan yang mungkin mengganggu ibadah kolektif. Para ulama telah sepakat bahwa begitu imam telah mengambil posisinya dan iqamah telah dikumandangkan, waktu untuk shalat sunnah telah berakhir, dan seseorang harus sepenuhnya fokus untuk bergabung dengan shalat wajib dengan kehadiran hati dan tubuh yang penuh.