حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ، وَأَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ وَعُبَيْدُ اللَّهِ الْقَوَارِيرِيُّ وَسُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ كُلُّهُمْ عَنْ يُوسُفَ الْمَاجِشُونِ، - وَاللَّفْظُ لاِبْنِ الصَّبَّاحِ - حَدَّثَنَا يُوسُفُ، أَبُو سَلَمَةَ الْمَاجِشُونُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ، بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِعَلِيٍّ ‏"‏ أَنْتَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي ‏"‏ ‏.‏ قَالَ سَعِيدٌ فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُشَافِهَ بِهَا سَعْدًا فَلَقِيتُ سَعْدًا فَحَدَّثْتُهُ بِمَا حَدَّثَنِي عَامِرٌ فَقَالَ أَنَا سَمِعْتُهُ ‏.‏ فَقُلْتُ آنْتَ سَمِعْتَهُ فَوَضَعَ إِصْبَعَيْهِ عَلَى أُذُنَيْهِ فَقَالَ نَعَمْ وَإِلاَّ فَاسْتَكَّتَا ‏.‏
Terjemahan
Sa'd b. Abi Waqqas melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) meninggalkan 'Ali b. Abi Thalib di belakangnya (saat dia melanjutkan) ke ekspedisi Tabuk, di mana dia (Ali) berkata

Rasulullah, apakah engkau meninggalkan aku di antara wanita dan anak-anak? Setelah itu dia (Nabi Suci) berkata: Tidakkah kamu puas dengan menjadi bagiku seperti Harun bagi Musa, tetapi dengan pengecualian ini bahwa tidak akan ada nabi setelah aku?

Comment

Kitab Keutamaan Para Sahabat - Sahih Muslim 2404 b

Narasi ini dari Sahih Muslim berisi pernyataan mendalam Nabi Muhammad (semoga damai besertanya) kepada Ali ibn Abi Talib (semoga Allah meridainya), yang menggambarkan paralel signifikan antara hubungan mereka dengan hubungan Musa dan Harun.

Analisis Kontekstual

Pertukaran ini terjadi ketika Nabi berangkat ke Pertempuran Tabuk dan menunjuk Ali sebagai wakilnya di Madinah. Ali mengungkapkan kekhawatiran tentang ditinggalkan, dan Nabi merespons dengan perbandingan penting ini.

Komentar Ilmiah

Analogi dengan hubungan Harun dengan Musa menandakan status khusus Ali sebagai wakil, penolong, dan sahabat dekat Nabi. Harun adalah saudara, pendukung, dan penerus Musa dalam ketidakhadirannya, dan kehormatan ini diberikan kepada Ali.

Kualifikasi penting "tetapi dengan pengecualian bahwa tidak akan ada nabi setelahku" mempertahankan finalitas kenabian Nabi Muhammad, membedakan statusnya dari Musa sambil menegaskan posisi tinggi Ali di antara para sahabat.

Implikasi Hukum dan Spiritual

Hadis ini menetapkan kebajikan Ali dan tempat yang sah dalam struktur kepemimpinan Islam tanpa bertentangan dengan suksesi mapan Abu Bakar, Umar, dan Utsman (semoga Allah meridhai mereka semua). Ulama klasik menekankan bahwa ini menunjukkan keunggulan Ali sambil mempertahankan integritas rantai kenabian.