حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ خَيْثَمَةَ، عَنْ أَبِي حُذَيْفَةَ، عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ كُنَّا إِذَا حَضَرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم طَعَامًا لَمْ نَضَعْ أَيْدِيَنَا حَتَّى يَبْدَأَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَيَضَعَ يَدَهُ وَإِنَّا حَضَرْنَا مَعَهُ مَرَّةً طَعَامًا فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ كَأَنَّهَا تُدْفَعُ فَذَهَبَتْ لِتَضَعَ يَدَهَا فِي الطَّعَامِ فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِيَدِهَا ثُمَّ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ كَأَنَّمَا يُدْفَعُ فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لاَ يُذْكَرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ جَاءَ بِهَذِهِ الْجَارِيَةِ لِيَسْتَحِلَّ بِهَا فَأَخَذْتُ بِيَدِهَا فَجَاءَ بِهَذَا الأَعْرَابِيِّ لِيَسْتَحِلَّ بِهِ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ يَدَهُ فِي يَدِي مَعَ يَدِهَا ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Jabir b. 'Abdullah melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) telah mengatakan

Jangan makan dengan tangan kirimu, karena Setan makan dengan tangan kirinya.

Comment

Kitab Minuman - Sahih Muslim

Referensi Hadis: Sahih Muslim 2019

Teks Hadis

"Jangan makan dengan tangan kirimu, karena setan makan dengan tangan kirinya."

Komentar Ilmiah

Hadis mulia ini menetapkan etiket dasar dalam makan Islam. Larangan menggunakan tangan kiri untuk makan bukan hanya masalah preferensi tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam. Tangan kanan ditetapkan untuk tindakan murni dan terhormat, sementara tangan kiri disediakan untuk pembersihan dan hal-hal yang kurang terhormat.

Asosiasi dengan setan berfungsi sebagai pencegah yang kuat, mengingatkan orang beriman bahwa meniru praktik yang terkutuk menjauhkan seseorang dari rahmat ilahi. Ajaran ini selaras dengan banyak tradisi kenabian yang menekankan keunggulan tangan kanan dalam hal makan, minum, memberi, dan menerima.

Para ulama telah sepakat atas ketidakpatutan makan dengan tangan kiri tanpa alasan yang sah. Satu-satunya pengecualian yang diizinkan adalah bagi mereka yang secara fisik tidak mampu menggunakan tangan kanan karena cedera atau disabilitas. Keputusan ini melampaui makan untuk mencakup minum dan tindakan konsumsi lainnya.

Kebijaksanaan Spiritual

Ajaran ini menumbuhkan kesadaran dalam tindakan sehari-hari, mengubah aktivitas biasa menjadi tindakan ibadah. Dengan secara sadar memilih tangan kanan, seorang Muslim terus-menerus menegaskan penentangan mereka terhadap cara-cara setan dan komitmen mereka pada bimbingan ilahi dalam semua urusan, tidak peduli sekecil apa pun.