حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ خَيْثَمَةَ، عَنْ أَبِي حُذَيْفَةَ، عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ كُنَّا إِذَا حَضَرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم طَعَامًا لَمْ نَضَعْ أَيْدِيَنَا حَتَّى يَبْدَأَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَيَضَعَ يَدَهُ وَإِنَّا حَضَرْنَا مَعَهُ مَرَّةً طَعَامًا فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ كَأَنَّهَا تُدْفَعُ فَذَهَبَتْ لِتَضَعَ يَدَهَا فِي الطَّعَامِ فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِيَدِهَا ثُمَّ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ كَأَنَّمَا يُدْفَعُ فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لاَ يُذْكَرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ جَاءَ بِهَذِهِ الْجَارِيَةِ لِيَسْتَحِلَّ بِهَا فَأَخَذْتُ بِيَدِهَا فَجَاءَ بِهَذَا الأَعْرَابِيِّ لِيَسْتَحِلَّ بِهِ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ يَدَهُ فِي يَدِي مَعَ يَدِهَا ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan

Hadis ini dilaporkan oleh Zuhri atas otoritas Sufyan dengan rantai pemancar yang berbeda.

Comment

Kitab Minuman - Sahih Muslim 2020 b

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan semoga damai dan berkah tercurah kepada Rasul terakhir-Nya Muhammad.

Riwayat ini dari Sahih Muslim, yang ditransmisikan melalui rantai terhormat Zuhri dan Sufyan, membahas hal-hal terkait minuman dan hukumnya dalam syariat Islam. Variasi dalam rantai transmisi (isnad) sambil mempertahankan makna yang sama menunjukkan pelestarian tradisi Kenabian yang teliti oleh para ulama hadis.

Komentar Ilmiah tentang Transmisi

Penyebutan rantai perawi yang berbeda menunjukkan kekuatan dan keaslian tradisi ini. Ketika beberapa perawi yang dapat diandalkan melaporkan makna esensial yang sama melalui jalur yang berbeda, ini membentuk apa yang disebut para ulama sebagai "mutawatir ma'nawi" (transmisi massal konseptual), yang memperkuat kepastian hukum.

Imam Zuhri (rahimahullah) termasuk di antara ulama hadis terkemuka di generasinya, dikenal karena ketelitian dan keandalannya. Transmisinya melalui berbagai jalur mengonfirmasi penerimaan luas atas hukum ini di kalangan komunitas Muslim awal.

Signifikansi Metodologis

Ilmu kritik hadis menekankan pentingnya memverifikasi rantai transmisi. Ketika Imam Muslim memasukkan sebuah riwayat dengan rantai yang berbeda, ia menunjukkan metodologi ketat yang digunakan oleh para ulama hadis untuk memastikan keaslian tradisi Kenabian.

Pendekatan ini mencerminkan perlindungan ilahi terhadap Sunnah yang dijanjikan oleh Allah dalam kebijaksanaan-Nya, memastikan bahwa bimbingan Nabi (semoga damai tercurah kepadanya) tetap terpelihara untuk generasi mendatang hingga Hari Kiamat.