Makan dengan tangan kanan Anda. Dia berkata: Saya tidak dapat melakukan itu, lalu dia (Nabi Suci) berkata: Semoga Anda tidak dapat melakukan itu. Itu adalah kesombongan yang mencegahnya melakukannya, dan dia tidak bisa mengangkatnya (tangan kanan) ke mulutnya.
Kitab Minuman - Sahih Muslim 2021
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan semoga damai dan berkah tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.
Analisis Teks
Hadis mulia ini dari Sahih Muslim menceritakan insiden di mana Nabi (semoga damai bersamanya) memerintahkan seorang laki-laki untuk makan dengan tangan kanannya. Ketika laki-laki itu mengaku tidak mampu, Nabi berdoa terhadapnya, berkata: "Semoga kamu tidak mampu melakukannya." Narasi ini menyimpulkan bahwa kesombongan menghalanginya, dan dia benar-benar kehilangan kemampuan untuk mengangkat tangan kanannya ke mulutnya.
Keputusan Hukum
Para ulama telah menyimpulkan dari hadis ini bahwa makan dengan tangan kanan adalah wajib, bukan hanya dianjurkan. Perintah Nabi menetapkan kewajiban ini, dan doanya terhadap laki-laki yang tidak patuh menunjukkan beratnya mengabaikan sunnah ini.
Ibn Hajar al-Asqalani menyatakan dalam Fath al-Bari bahwa menggunakan tangan kanan untuk perbuatan murni dan terhormat adalah dari bimbingan komprehensif Nabi, sementara menyisihkan tangan kiri untuk membersihkan kotoran.
Dimensi Spiritual
Insiden ini mengungkapkan bagaimana kesombongan dapat menyebabkan kehilangan ilahi. Penolakan laki-laki itu berasal dari kesombongan, yang diidentifikasi oleh Nabi dan terhadapnya dia berdoa. Ini mengajarkan kita bahwa ketidakpatuhan terhadap bimbingan kenabian, terutama ketika berakar pada kebanggaan, dapat mengakibatkan kehilangan kemampuan untuk taat.
Al-Nawawi berkomentar dalam Sharh Sahih Muslim-nya bahwa ini menunjukkan bagaimana dosa dapat menjadi penghalang untuk ketaatan, dan bagaimana Allah dapat mencabut kemampuan seseorang untuk melakukan perbuatan baik sebagai konsekuensi dari ketidakpatuhan yang terus-menerus.
Aplikasi Praktis
Muslim harus dengan sadar menggunakan tangan kanan untuk makan, minum, memberi dan menerima, sementara menggunakan tangan kiri untuk membersihkan dan menghilangkan kotoran. Praktik fisik ini menumbuhkan disiplin spiritual dan kepatuhan pada cara kenabian.
Jika seseorang secara alami kidal, para ulama berbeda pendapat mengenai kewajiban, tetapi pandangan yang disukai adalah bahwa seseorang harus melatih diri untuk menggunakan tangan kanan untuk perbuatan terhormat ini, karena bimbingan kenabian bersifat universal.
Kesimpulan
Hadis ini menekankan pentingnya mengikuti perintah kenabian tanpa kesombongan atau keraguan. Konsekuensi yang diderita oleh laki-laki itu berfungsi sebagai peringatan terhadap membiarkan kebanggaan mencegah ketaatan kepada utusan Allah. Kami memohon kepada Allah untuk memberikan kami kerendahan hati dan konsistensi dalam mengikuti sunnah.